Sabtu, 21 Juli 2012

Asal Usul Karapan Sapi


Karapan Sapi pasti teringatkan tentang Madura yang eksotis itu. Ya, Madura memang terkenal karena salah satu kebudayaannya, yaitu Kebudayaan Kerapan Sapi. Siapa warga Indonesia yang tidak mengenal Karapan Sapi? Pastilah semua orang Indonesia mengenalnya.


Asal Usul Karapan Sapi

Ada dua versi yang mengartikan arti kata Kerapan Sapi Kata karapan berasal dari kata kerap atau kirap yang artinya berangkat dan dilepas bersama-sama atau berbondong-bondong. Selain itu, ada pula yang menganggap bahwa kata kerapan berasal dari bahasa Arab “kirabah” yang berarti persahabatan. Tetapi pada intinya, kerapan adalah suatu atraksi atau lomba kecepatan sapi yang dikendarai oleh joki dengan menggunakan kaleles.

Asal usul Kerapan Sapi Madura ini juga memiliki beberapa versi. Versi pertama ada yang mengatakan bahwa kerapan sapi telah ada sejak abad ke-14. Pada waktu itu kerapan sapi digunakan untuk menyebarkan agama Islam oleh seorang kyai yang bernama Pratanu. Versi yang lain lagi mengatakan bahwa kerapan sapi diciptakan oleh Adi Poday, yaitu anak Panembahan Wlingi yang berkuasa di daerah Sapudi pada abad ke-14. Adi Poday yang lama mengembara di Madura membawa pengalamannya di bidang pertanian ke Pulau Sapudi, sehingga pertanian di pulau itu menjadi maju. Salah satu teknik untuk mempercepat penggarapan lahan pertanian yang diajarkan oleh Adi Polay adalah dengan menggunakan sapi. Lama-kelamaan, karena banyaknya para petani yang menggunakan tenaga sapi untuk menggarap sawahnya secara bersamaan, maka timbullah niat mereka untuk saling berlomba dalam menyelesaikannya. Dan, akhirnya perlombaan untuk menggarap sawah itu menjadi semacam olahraga lomba adu cepat yang disebut Kerapan Sapi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar